Makalah tentang Paragraf
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami haturkan kepada
Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan
pembuatan makalah ini tepat pada waktu yang telah ditentukan.Terima kasih
kepada teman yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.Makalah ini
dibuat dalam rangka memenuhi tugas matakuliah Bahasa Indonesia. Bahasa
Indonesia merupakan bahasa nasional yang mana dalam penggunaannya terdapat
ragam penulisan, tata cara penulisan dan ragam tulisan. Dalam bidang akademik
bahasa Indonesia telah menunjukkan peranannya dalam berbagai disiplin ilmu
melalui bentuk-bentuk tulisan ilmiah seperti makalah dan skripsi. Selain itu
dalam kesehariannya terdapat ragam tulisan yang memiliki tujuan yang
berbeda-beda.Kami mengetahui bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat
kekeliruan dan kesalahan, oleh sebab itu kami mengharapkan saran dan kritik
untuk perbaikan selanjutnya.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................................ ii
BAB 1
PENDAHULUAN....................................................................................................................
1
1.1
Latar Belakang Masalah................................................................................................ 1
1.2
Rumusan Masalah......................................................................................................... 1
1.3
Tujuan........................................................................................................................... 1
BAB 2
PEMBAHASAN....................................................................................................................... 2
2.1
Pengertian paragraf........................................................................................................ 2
2.2 Syarat
paragraf.............................................................................................................. 3
2.3 Ciri-ciri
paragraf............................................................................................................ 3
2.4 Fungsi
paragraf.............................................................................................................. 4
2.5 Jenis-jenis
paragraf........................................................................................................ 4
2.5.1
Jenis-jenis paragraf berdasarkan
tujuannya........................................................ 4
2.5.2
Jenis-jenis paragraf berdasarkan
letaknya.......................................................... 6
BAB III
PENUTUP................................................................................................................................ 9
3.1
KESIMPULAN 9
3.2
SARAN 9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................... 10
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang
Bahasa Indonesia merupakan bahasa
nasional yang mana dalam penggunaannya terdapat ragam penulisan, tata cara
penulisan dan ragam tulisan. Dalam bidang akademik bahasa Indonesia telah
menunjukkan peranannya dalam berbagai disiplin ilmu melalui bentuk-bentuk
tulisan ilmiah seperti makalah dan skripsi. Selain itu dalam kesehariannya
terdapat ragam tulisan yang memiliki tujuan yang berbeda-beda.Pada era modern
seeperti sekarang ini, ragam bahasa penggunaan tidak hanya pada bidang akademik
namun dapat pula penggunaan argumen untuk pemengaruhi pembaca sebagai promosi
suatu produk dan lain sebagainya. Suatu argumen atau ide pokok pikiran
seseorang dapat dituangkan kedalam suatu tulisan yang dapat di bentuk kedalam sebuah paragraf
untuk memaparkan ide pokok pikiran
tersebut dan memberikan alasan agar lebih meyakinkan seseorang yang
membacanya. Dalam pembahasan kali ini penulis memaparkan pembahasan yang lebih
detail tentang paragraf argumentasi dan persuasi beserta contohnya dalam
makalah ini
1.2
Tujuan
Adapun tujuan pembahasan materi ini
adalah untuk lebih memahami tentang jenis paragraph khususnya paragraf
argumentasi dan paragraf persuasi serta dapat membuat contoh dari masing-masing
tersebut.
1.3 Rumusan masalah
1. Apa pengertian paragraf?
2. Bagaimana ciri-ciri paragraf?
3. Bagaimana fungsi paragraf?
4. Bagaimana syarat-syarat
pembentukan paragraf?
5. Bagaimana jenis-jenis paragraf?
6. Bagaimana unsur-unsur paragraf?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Paragraf
Paragraf atau alinea ialah
sekumpulan kalimat yang saling berkaitan antar kalimat satu dengan kalimat
lainnya.Paragraf dapat disebut juga sebagai karangan singkat, hal ini karenadalam
bentuk tersebut penulis dapat menuangkan ide-ide sehingga membentuk suatu topik
pembicaraan.
Dalam 1 paragraf terdapat beberapa kalimat, kalimat-kalimat itu merupakan kalimat pengenal, kalimat utama atau kalimat topik, kalimat penjelas, serta kalimat penutup.Kalimat tersebut terangkai menjadi 1 kesatuan yang membentuk sebuah gagasan.Panjang pendeknya sebuah paragraf menjadi suatu penentu seberapa banyaknya ide pokok paragraf yang diungkapkan.Terdapat paragraf induktif dan deduktif.
Dalam 1 paragraf terdapat beberapa kalimat, kalimat-kalimat itu merupakan kalimat pengenal, kalimat utama atau kalimat topik, kalimat penjelas, serta kalimat penutup.Kalimat tersebut terangkai menjadi 1 kesatuan yang membentuk sebuah gagasan.Panjang pendeknya sebuah paragraf menjadi suatu penentu seberapa banyaknya ide pokok paragraf yang diungkapkan.Terdapat paragraf induktif dan deduktif.
Dengan adanya sebuah paragraf, kita dapat membedakan yang mana gagasan mulai dan berakhir. Kita akan kesusahan dalam membaca sebuah tulisan atau buku jika tidak ada paragraf, karena seolah-olah terasa disuruh untuk membaca secara terus menerus hingga selesai. Kita pun susah dalam memusatkan pikiran pada satu gagasan ke gagasan lainnya.
Gagasan utama dapat tersurat pada
suatu kalimat ataupun tersirat pada keseluruhan paragraf.Kalimat yang memuat gagasan
utama dapat disebut sebagai kalimat utama yang dapat terdapat di awal, akhir,
ataupun di awal dan akhir paragraf.Selain itu, paragraf juga merupakan bagian
dari satuan bahasa yang lebih besar disebut wacana.Suatu wacana umumnya
dibentuk dengan lebih dari satu paragraf.
2.2 Syarat
Paragraf
Paragraf yang baik ialah paragraf
yang dapat menyampaikan pikiran dengan baik kepada para pembaca.Adapun syarat
dari sebuah paragraf ialah mempunyai kesatuan, kepaduan dan kelengkapan.
- Kesatuan
Kesatuan yaitu sebuah paragraf harus
dapat dibangun dengan satu pikiran yang jelas.Pikiran tersebut dijabarkan ke
dalam bentuk pikiran pokok serta beberapa pikiran jelas. Hubungan pikran satu
dengan pikiran lainnya mengindikasikan bahwa paragraf tersebut mempunyai
kesatuan
- Kepaduan
Kepaduan terwujud dari adanya
hubungan kompak pada antarkalimat pembentuk paragraf.Kepaduan yang baik dapat
terjadi apabila terdapat hubungan timbal balik antara kalimat wajar serta dapat
dengan mudah dipahami. Ada berbagai cara agar paragraf mempunyai kepaduan yang
kompak, yaitu dengan memakai kata ganti, kata penghubung, dan perincian, serta
urutan pikiran.
- Kelengkapan
Suatu paragraf dikatakan sudah
lengkap apabila terdapat beberapa kalimat penjelas yang dapat menunjang kalimat
pokok.
Berikut ciri-ciri paragraf :
- Peletakan kata dalam kalimat pertama ke dalam sebanyak 5 spasi bagi jenis karangan yang biasa.
- Menggunakan pikiran utama yang dinyatakan dalam kalimat utama atau kalimat topik.
- Setiap paragraf menggunakan suatu kalimat topik dan selebihnya adalah sebuah kalimat pengembang yang memiliki fungsi untuk menjelaskan, mendeskripsikan, atau menerangkan pikiran utama yang ada dalam kalimat utama.
- Menggunakan pikiran penjelas yang dituangkan dalam kalimat penjelas. Kalimat penjelas tersebut mempunyai isi tentang detail-detail dari kalimat utama. Paragraf bukanlah sekumpulan dari kalimat topik. Paragraf hanya berisikan 1 kalimat topik dan terdapat beberapa kalimat penjelas. Setiap kalimat penjelas tersebut berisi tentang detail yang spesifik dan tidak mengulang pikiran penjelas yang lainnya.
2.4 Fungsi
Paragraf
- Dapat mengekspresikan gagasan yang dituangkan dalam tulisan dengan memberikan bentuk sebuah pikiran dan perasaan ke dalam rangkaian kalimat yang tersusun dengan logis dalam suatu kesatuan.
- Menandai peralihan gagasan baru untuk sebuah karangan yang terdapat beberapa paragraf, ganti paragraf dapat berarti juga ganti pikiran.
- Memudahkan pengorganisasian gagasan untuk yang menulis serta memudahkan dalam pemahaman bagi pembaca.
- Memudahkan pengembangan topik sebuah karangan ke dalam satuan unit pemikiran yang lebih kecil.
- Memudahkan pengendalian variabel, terlebih pada suatu karangan yang mempunyai beberapa variabel.
2.5 Jenis-Jenis
Paragraf
2.5.1 Jenis-jenis
paragraf berdasarkan tujuannya :
- Paragraf Eksposisi
Paragraf eksposisi ialah paragraf
yang berisikan paparan dari sebuah masalah atau suatu peristiwa.
Contohnya : Perlombaan yang sedang berlangsung di adakan oleh ketua RT daerah setempat. Warga masyarakat yang hadir sangat antusias dalam mengikuti kegiatan berbagai jenis lomba yang di adakan.Lomba yang di adakan sangat beragam mulai dari makan kerupuk, tarik tambang, dan sebagainya.
Contohnya : Perlombaan yang sedang berlangsung di adakan oleh ketua RT daerah setempat. Warga masyarakat yang hadir sangat antusias dalam mengikuti kegiatan berbagai jenis lomba yang di adakan.Lomba yang di adakan sangat beragam mulai dari makan kerupuk, tarik tambang, dan sebagainya.
- Paragraf Deskripsi
Paragraf deskripsi ialah paragraf
yang berisikan penggambaran keadaan atau suatu peristiwa dengan memakai
kata-kata sehingga pembacanya seolah-olah dapat merasakan, melihat, serta
mengalami langsung kejadian tersebut.
Contohnya : Gerhana matahari nampak dilangit yang sangat indah. Cahaya matahari yang bersinar membentuk cincin sempurna.Keadaan gerhana matahari tersebut terjadi pada pukul 15.00 WIB.Banyak orang yang ikut melihat gerhana matahari tersebut, ada yang melihat dari bawah pohon, teras rumah, dan sebagainya.
- Paragraf Argumentasi
Paragraf argumentasi ialah paragraf
yang berisikan cara meyakinkan para pembaca hingga pembaca dapat menerima
gagasan dari sang penulis.
Contohnya : Bekerja dengan giat adalah salah satu kunci dari kesuksesan. Seseorang yang memiliki niat yang kuat dalam bekerja akan dapat mengatasi berbagai masalah yang di timbulkannya. Dengan usaha dan niat yang besar, pastilah seseorang tersebut dapat meraih sukses dalam bekerja.Jangan takut untuk gagal dan jadikan kegagalan tersebut menjadi sebuah jalan menuju kesuksesan.
- Paragraf Persuasi
Paragraf persuasi ialah paragraf
yang berisikan bujukan guna mempengaruhi para pembaca supaya mengikuti pendapat
dari sang penulis. Paragraf tersebut hampir sama dengan paragraf argumentasi.
Bedanya paragraf persuasi dengan paragraf argumentasi adalah paragraf
argumentasi berupa fakta sedangkan paragraf persuasi berupa kalimat himbauan
serta harapan daripenulis.
Contohnya : Bekerja dengan giat ialah kunci dari kesuksesan. Sebab orang yang rajindalam bekerja dapat mempunyai banyak ilmu yang dapat di pelajarinya serta dapat untuk di terapkan dalam pekerjaannya tersebut.Seperti seorang sales yang menjajakan dan menawarkan suatu barang ke rumah-rumah warga sekitar. Dengan menjajakan barang seperti tersebut, sales dapat mengerti apa yang warga sekitar inginkan. Dan dari data yang di peroleh sales tersebut, ia dapat mengubah barang jualnya menjadi sebuah barang yang banyak warga sekitar suka dan akhirnya barang tersebut banyak di beli. Oleh sebab itu, dengan giat bekerja dan tekun dapat menambah peluang untuk menjadi sukses.
Contohnya : Bekerja dengan giat ialah kunci dari kesuksesan. Sebab orang yang rajindalam bekerja dapat mempunyai banyak ilmu yang dapat di pelajarinya serta dapat untuk di terapkan dalam pekerjaannya tersebut.Seperti seorang sales yang menjajakan dan menawarkan suatu barang ke rumah-rumah warga sekitar. Dengan menjajakan barang seperti tersebut, sales dapat mengerti apa yang warga sekitar inginkan. Dan dari data yang di peroleh sales tersebut, ia dapat mengubah barang jualnya menjadi sebuah barang yang banyak warga sekitar suka dan akhirnya barang tersebut banyak di beli. Oleh sebab itu, dengan giat bekerja dan tekun dapat menambah peluang untuk menjadi sukses.
- Paragraf Narasi
Paragraf narasi ialah paragraf yang
berisikan cerita masalah atau suatu kejadian, sehingga para pembaca dapat
terhibur atau terharu atas peristiwa yang sedang terjadi tersebut.
Contohnya : Pada hari senin kemarin, kami melakukan kegiatan pendakian ke gunung Bromo. Kami berjumlah 8 orang, 4 orang pria dan 4 orang wanita.Kendaraan yang digunakan adalah bus ekonomi jurusan Bromo.Kami menikmati indahnya perjalanan karena kami disuguhkan pemandangan indah berupa pepohonan yang rimbun dan sangat hijau.
2.5.2
Jenis-jenis paragraf berdasarkan
letaknya :
Paragraf deduktif ialah paragraf
yang letak ide kalimat pokoknya terdapat di awal paragraf.
Contohnya : Tidur ialah keadaan dimana makhluk hidup untuk dapat beristirahat secara alami. Tidur adalah cara setiap makhluk hidup untuk dapat beristirahat dan memulihkan tenaganya. Tidur sangatlah di butuhkan, hal ini karena pada saat tidur organ dalam tubuh akan merileksasi serta dapat membuat tubuh menjadi sehat dan bugar kembali.
Contohnya : Tidur ialah keadaan dimana makhluk hidup untuk dapat beristirahat secara alami. Tidur adalah cara setiap makhluk hidup untuk dapat beristirahat dan memulihkan tenaganya. Tidur sangatlah di butuhkan, hal ini karena pada saat tidur organ dalam tubuh akan merileksasi serta dapat membuat tubuh menjadi sehat dan bugar kembali.
Paragraf induktif ialah paragraf
yang letak ide kalimat pokok terdapat di akhir paragraf.
Contohnya : Seseorang yang lelah akan tidur guna menghilangkan lelah dan untuk membugarkan tubuhnya kembali. Tidur sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, sebab dari aktivitas tidur tersebut tubuh merelaksasi dan mendetoksifikasi secara alami serta dapat menyeimbangkan metabolisme dalam, oleh karena itu setiap makhluk hidup sangat memerlukannya.Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidur ialah keadaan dimana makhluk hidup untuk dapat beristirahat secara alami.
Contohnya : Seseorang yang lelah akan tidur guna menghilangkan lelah dan untuk membugarkan tubuhnya kembali. Tidur sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, sebab dari aktivitas tidur tersebut tubuh merelaksasi dan mendetoksifikasi secara alami serta dapat menyeimbangkan metabolisme dalam, oleh karena itu setiap makhluk hidup sangat memerlukannya.Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidur ialah keadaan dimana makhluk hidup untuk dapat beristirahat secara alami.
- Paragraf Campuran
Paragraf campuran ialah paragraf
yang letak ide kalimat pokok terdapat di awal dan ditegaskan kembali di akhir
paragraf.
Contohnya : Tidur ialah keadaan yang
di alami makhluk hidup untuk beristirahat secara alami. Tidur sangatlah
bermanfaat bagi kesehatan tubuh, hal ini karena dari aktivitas tidur tersebut
tubuh akan merelaksasi serta mendetoksifikasi tubuh secara alami, oleh karena
itu setiap makhluk hidup sangat memerlukannya. Jadi kesimpulannya adalah tidur
adalah keadaan dimana setiap makhluk hidup dapat beristirahat secara alami.
- Paragraf Narasi
Paragraf narasi ialah paragraf yang
tidak mempunyai suatu ide kalimat pokok yang artinya dalam paragraf tersebut
semua kalimatnya di anggap sangat penting, sehingga tidak memiliki kalimat
penjelas
Contohnya : Semua makhluk hidup harus beristirahat guna menghilangkan lelah setelah melakukan aktivitas kesehariannya. Dengan tidur seseorang dapat menghilangkan rasa lelah secara alami.Dari tidur tersebut tubuh dapat mendetoksifikasi dan merelaksasi secara alami.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Paragraf atau alinea
adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa
kalimat. Dalam upaya menghimpun beberapa kalimat menjadi paragraph, yang perlu
diperhatikan adalah kesatuan dan kepaduan. Kesatuan berarti seluruh kalimat
dalam paragraf membicarakan satu gagasan(gagasan tunggal).Paragraf diperlukan
untuk mengungkapkan ide yang lebih luas dari sudut pandang komposisi, pembicaraan
tentang paragraf sebenarnya sudah memasuki kawasan wacana atau karangan sebab
formal yang sederhana boeh saja hanya terdiri dari satu paragraf. Paragraf yang
efektif harus memenuhi dua syarat ,yaitu adanya kesatuan dan kepaduan.
Metode pengembangan paragraf akan bergantung pada sifat
informasi yang akan disampaikan,yaitu: persuasive, argumentatif, naratif,
deskriptif, dan eksposisi. Metode tersebut sudah pasti digunakan untuk
mengembangkan alinea argumentatif, misalnya akan berbeda dengan naratif.
Setelah
mempertimbangkan factor tersebut barulah kita memilih salah satu metode
pengembangan paragraf yang dianggap paling tepat dan efektif.. Metode yang
dimaksud adalah : metode definisi, metode contoh, metode sebab-akibat, metode
umum khusus, dan metode klasifikasi.
Didalam mengarang,
keenam metode pengembangan paragraf tersebut dapat dipakai silih berganti
sesuai dengan keperluan mengarang si penulisnya.
Paragraf memiliki
banyak ragamnya. Untuk membedakan paragraf yang satu dari paragraf yang lain
berdasarkan kelompoknya,yaitu : jenis paragraf menurut posisi kalimat topiknya,
menurut sifat isinya, menurut fungsinya dalam karangan.
3.2 Saran
Jadi, untuk membuat karangan, cerita,
maupun informasi-informasi yang penting perlu menggunakan paragraf yang baik,
dan disampaikan secara runtun yaitu dengan menggunakan kalimat-kalimat yang
saling berhubungan. Sehingga apa yang ingin kita sampaikan bisa dimengerti oleh
pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Woocara.blogspot.co.id/2015/11/pengertian_paragraf_ciri-ciri_jenis_paragraf.html
Http//:Wikipedia.com2014.syarat-syarat
dan jenis-jenis paragraph:google/search
Http//:arief.blogspot.com.2013.pengertian
paragraph dan metode pengembangan paragraph:google





Komentar
Posting Komentar